18 Apr 2021 11:40 - 2 menit membaca

Antara Habib Ali Kwitang Dan Sarung Bermotif Lambang NU

Bagikan
Sarung berlambang NU (foto: lazada.co.id)

pena9.com — Lambang NU yang diciptakan KH. Ridwan Abdullah memang bukan tulisan kalimat toyyibah, namun lambang NU adalah lambang kebesaran perkumpulan Ulama’ dengan segala cerita mulianya, ia adalah simbol marwah organisasi NU sehingga menghormati lambang inipun merupakan sebuah penghormatan pada para Ulama’ yang ada didalamnya, konsep itu pulalah yang menyebabkan Habib Ali Kwitang sangat menghormati lambang ini.

Pada suatu hari, ketika digelar rapat NU dikantor PBNU, Habib Ali Kwitang yang juga hadir dirapat tersebut curiga dengan motif di balik nampan yang dibawa Abdullah (Haddam PBNU) untuk alas suguhan para tamu. Beliau meminta Abdullah untuk mengangkat nampan tersebut. Ketika diangkat, tampaklah lambang NU di pantat nampan.

“Ini kok bisa begini. Maksudnya apa ini?” tanya Habib Ali Kwitang kepada Abdullah dengan suara pelan.

Ruangan mendadak senyap. Semua perbincangan para kiai dan segala aktivitas seisi ruangan berhenti. Semua mata tertuju pada Habib Ali Kwitang dan Abdullah.

“Iya bib, ini adalah penanda bahwa nampan ini milik NU,” jawab Abdullah.

Habib Ali mengangguk. Ia kemudian memanggil anak angkatnya KH Idham Chalid.

“Jangan kalian berani-berani membuat jatuh perkumpulan ini dengan meletakan lambang NU di bawah,” kata Habib Ali menasihati penuh kasih sayang layaknya orang tua dan anak.

Nasihat ini disaksikan dari dekat oleh Habib Ali bin Husein Al-Athas (Habib Ali Bungur), Habib Muhammad bin Ali Al-Athas, KH Muhammad Naim (Guru Naim Cipete), KH Falak Bogor, dan para kiai lain yang juga hadir dan duduk dekat dengan Habib Ali Kwitang dalam acara musyawarah NU.

Betapa tingginya harga marwah organisasi NU waktu itu meskipun hanya pada lambangnya sekalipun, semakin NU jauh dari masa-masa dimana lambang NU sangat sakral maka semakin hilang pula sakralitas lambang NU dihati warganya akibat over action dalam menyikapi life style, bisa kita lihat sekarang lambang NU malah dijadikan motif sarung yang sering terlihat tepat berada diposisi bawah pantat dibawah kubul dan dubur, kadang sehelai kain bermotif lambang NU dijadikan jubah muslimat yang ketika dalam keadaan duduk motif lambang NU tepat berada dibawah pantat, bukan dipantat nampan lagi.

Dalam budaya jawa perilaku meletakkan lambang NU diposisi bawah kemaluan atau dipantat merupakan penghinaan pada NU. Dulu ketika Ki Hajar Dewantoro mengembalikan bintang tanda jasa penghargaan dari Belanda, beliau sematkan bintang itu pada jarik beliau di bagian pantat sebagai ekspresi menolak dan merendahkan penghargaan belanda tersebut.

Naudzubillah…!!!

(Imron Hamzah)
Ketua MWCNU Tiris Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - - Antara Habib Ali Kwitang Dan Sarung Bermotif Lambang NU