18 Agu 2021 20:53 - 2 menit membaca

Berbagi Di Hari Asyura’, Inilah Keutamaannya

Bagikan

Hari Asyura’ merupakan hari kesepuluh pada bulan Muharram yang mana berasal dari kata ‘asyr yang berarti sepuluh. Dalam sebuah riwayat hadist shahih disebutkan bahwa, pada hari itu dahulu Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya. Dalam tradisi masyarakat Jawa menyebut bulan Muharram dengan nama bulan ‘Suro’ mengambil nama hari penting pada bulan Muharrram tersebut: Asyura’.

Bulan Muharram disebut juga dengan syahrullah (Bulan Allah). Nama ini mengindikasikan kemuliaan dan keistimewaan Muharram dibanding bulan lainnya. Dikarenakan Muharram bulan mulia, dianjurkan memperbanyak amalan sunah pada bulan tersebut.

“Di antara amalan sunah yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram ialah puasa. Rasulullah SAW berkata, “Puasa paling utama setelah Ramadhan ialah puasa pada syahrullah, yaitu Muharram,” (HR Muslim).

Diantara bebrapa amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram Selain berpuasa, berbagi rezeki juga dianjurkan, terutama pada hari ‘Asyura. Keluarga terdekat adalah pihak utama yang mesti diperhatikan pada hari tersebut. Rasulullah SAW berkata,

“Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut,” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi)

Arti dari melapangkan keluarga di sini adalah mencukupi kebutuhan hidup keluarga, yaitu kebutuhan makanan ataupun kebutuhan lain. Dalam hadits di atas dijanjikan bagi orang yang mencukupi kebutuhan keluarganya, kebutuhan hidupnya akan dilapangkan setahun.

Kebenaran hadits ini pernah dibuktikan oleh Sufyan As-Tsauri. Ia berusaha untuk melapangkan kehidupan keluarganya pada hari Asyura. Setelah itu, ia merasakan kalau kehidupannya dilapangkan sebagaimana dijanjikan dalam hadits tersebut. Beliau berkata:

“Kami pernah mencobanya, dan kami memperoleh ganjarannya (kelapangan).”

Meskipun berbagi di hari Asyura kepada keluarga itu baik dan diutamakan, tetapi harapannya, usahakan berbagi kepada siapapun, terutama keluarga terdekat, kapanpun dan di manapun, tanpa harus menunggu hari Asyura. Pada hari Asyura, kita usahakan melebihkan kebutuhan keluarga agar mendapat kesunahan. Wallahu a’lam. (Dan)

Sumber: NU Online
Foto: Ilustrasi Berbagi (NU Online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Berbagi Di Hari Asyura’, Inilah Keutamaannya