11 Sep 2022 10:10 - 2 menit membaca

Gelar Bahtsul Masail, LBMNU Kota Kraksaan Gandeng Majelis Subbanul Muslimin

Bagikan

Kraksaan, Pena9.com – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kota Kraksaan Probolinggo rutin menggelar bahtsul masail berbagai permasalahan umat yang diselenggarakan di berbagai lokasi baik di kantor PCNU, MWC NU, pondok pesantren, mesjid, madrasah dan aula pertemuan yang dilaksanakan 2 bulan sekali.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBMNU) PCNU Kota Kraksaan Gus Dewa yang juga pimpinan pondok pesantren Darut Tauhid Patemon Kecamatan Krejengan Kab. Probolinggo mengatakan bahwa agenda rutin bahtsul masail kali ini sangat spesial.

“Pengurus LBM NU Kota Kraksaan dalam kesempatan Bahtsul Masail kali ini merupakan momen spesial karena bekerjasama dengan majelis sholawat Subbanul Muslimin di pondok pesantren Nurul Qodim Kalikajar Paiton dalam rangka milad Majelis ini yang ke 17”. ungkapnya Ahad, (11/09/2022).

Dalam sambutan tuan rumah yang disampaikan oleh KH. Abdul Hadi Noor beliau mengapresiasi atas rutinnya pelaksanaan Bahtsul Masail LBMNU PCNU Kota Kraksaan.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk melestarikan tradisi tafaqquh fiddin di lingkungan warga Nahdlatul Ulama sekaligus memberikan solusi problematika keagamaan kepada masyarakat luas karena itulah kami disini di pondok pesantren Nurul Qodim siap dan terbuka untuk selalu ditempati”, dawuh beliau.

Sementara itu, Katib PCNU Kota Kraksaan yang membidangi LBM NU sekaligus perumus BM kali ini Ust. Mudhoffir Irwani menyampaikan, agenda kali ini diisi dengan membahas, pertama persoalan agama terkait mendirikan pentas diatas kuburan diarea maqbaroh umum dalam rangka Haul sesepuh, kedua hukum permainan capit boneka, ketiga terkait berita yang viral tentang pesulap merah.

“Kegiatan bahtsul masail adalah kegiatan yang sangat disukai dan digemari oleh banyak kalangan terutama para kiai dan santri karena selain mendapat ilmu juga memperkuat tali silaturahim”. Ujarnya.

Ditempat terpisah, Rois Syuriah PCNU Kota Kraksaan, KH. Abd Wasik Hannan sekaligus pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum Jatiurip Krejengan berharap kepada pengurus LBM NU agar acara bahtsul masail ini rutin digelar dan mampu menjadi solusi problematika umat.

Lebih lanjut, KH. Abd Wasik Hannan begitu bangga terhadap apa yang telah dilakukan para aktivis bahtsul masail tingkat cabang, MWCNU maupun aktifis BM delegasi pondok pesantren yang masih eksis dan semangat mempertahankan tradisi pesantren salaf di era disrupsi Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh peserta delegasi dari pondok pesantren se-PCNU Kota Kraksaan dan perwakilan LBMNU MWC NU beserta para simpatisan. Selain itu, dalam setiap bahtsul masail menghadirkan perwakilan pengurus harian PCNU Kota Kraksaan baik itu Tanfidziyah maupun Syuriah sebagai perumus atau musohhih. (Musim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Gelar Bahtsul Masail, LBMNU Kota Kraksaan Gandeng Majelis Subbanul Muslimin