24 Jan 2021 08:39 - 2 menit membaca

Jaga Tradisi Pesantren, PCNU Kota Kraksaan Gelar Ngaji Kitab Karangan KH Hasyim Asy’ari

Bagikan
PCNU Kota Kraksaan Gelar Ngaji Kitab Karangan KH Hasyim Asy’ari (Foto: pena9.com)

Untuk pertamakalinya PCNU Kota Kraksaan menggelar ngaji kitab kuning, Ahad (23/01). Acara ini direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap malam Ahad pertama bulan Hijriyah. Program ini tak lain adalah amanah hasil rapat syuriah yang dilaksanakan beberapa pekan lalu dan amanah hasil Musker 1 PCNU Kota Kraksaan yang dilaksanakan di aula kantor PCNU Kota Keraksaan, Ahad pekan lalu.

Dalam kegiatan ngaji kitab ini, kitab yang dibaca adalah kitab karangan KH. Hasyim Asyari, Adab Al-‘Alim wal Muta’allim (etika orang berilmu pencari ilmu) yang juga dibaca dalam kegiatan ngaji kitab di PBNU. Dalam pembukaannya, Rais Syuriah PCNU Kota Kraksaan KH. Wasik Hannan yang sekaligus menjadi pemateri kitab malam ini menyampaikan bahwa terkait pemateri kitab tersebut akan dijadwalkan secara bergilir. “Nanti Kiai-Kiai yang lain yang akan dijadwal untuk menjadi pemateri, pemateri dalam program ini bukan pemateri tunggal, saya hanya mengawali”, dawuh beliau. 

Dilain tempat, ketua PCNU Kota Kraksaan menyampaikan bahwa tradisi pesantren harus dijaga dengan melestarikannya, kajian kitab kuning yang dijadikan program di PCNU Kota Kraksaan adalah dalam rangka menjaga tradisi pesantren karena NU tidak bisa lepas dari pesantren. “Kegiatan ngaji kitab ini memang harus digagas oleh NU karena disamping bertujuan menjaga tradisi ulama pesantren juga agar warga NU mampu mengenal lebih dalam pada pendiri NU melalui kitab karangannya yang dibaca dibanyak tempat, yaitu kitab Adabul Alim wal Mutaallim.” 

Kitab Adab Al-‘Alim wal Muta’allim merupakan salah satu dari kitab KH. Hasyim Asy’ari yang terdapat dalam Irsyadus Syari. Pembahasan dalam kitab ini setidaknya bisa diklasifikasikan ke dalam tiga bagian. Bagian pertama membahas tentang keutamaan ilmu, keutamaan belajar, dan mengajarkannya. Bagian kedua membahas tentang etika seorang dalam tahap pencarian ilmu. Bagian ketiga membahas tentang etika seseorang ketika sudah menjadi alim atau dinyatakan lulus dari lembaga pendidikan.

“Disamping kitab ini karangan pendiri NU KH. Hasyim Asyari, kitab ini sangat relefan untuk dikaji disamping karena karena basis NU adalah santri, juga kitab ini diproyeksikan bagaimana para pelajar disekolah bisa mengambil petuah sebagai pedoman bagaimana cara terbaik dalam proses mencari ilmu, ini sangat penting dan insyallah kajian ini bisa menekan angka kenakalan remaja”, tutur KH. Wasik Hannan. 

“Untuk itulah kami akan selalu menayangkan kajian ini secara live melalui akun resmi bernama NU Go Public yang ditangani oleh LTNNU PCNU kota Kraksaan agar kajian ini bisa secara umum disaksikan oleh warga NU khususnya para pelajar”, pungkas beliau.

Reporter: Subhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - - Jaga Tradisi Pesantren, PCNU Kota Kraksaan Gelar Ngaji Kitab Karangan KH Hasyim Asy’ari