28 Jan 2021 21:04 - 2 menit membaca

Ngaji Kitab Risalah, Ini Kesimpulan Tokoh PCNU Kota Kraksaan Soal Bid’ah

Bagikan
Suasana ngaji kitab Risalah dalam acara Lailatul Ijtima’ (Foto: pena9.com)

Ada yang istimewa pada malam lailatul ijtima yang rutin dilaksanakan oleh MWCNU Tiris Barat malam ini, Rabu (27/01), pasalnya Habib Jakfar bin Abu Bakar Al Muhdhar A’wan PCNU Kota Kraksaan berkenan menjadi narasumber kajian kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya KH. Hasyim Asyari.

Meskipun dalam keadaan hujan deras, acara berjalan lancar dan khidmat, diawali dengan Istighosah yang dipimpin oleh Rais Syuriah MWCNU Tiris Barat KH. Saiful Jufri lalu acara dilanjutkan dengan kajian kitab Risalah bab Bid’ah.

“Acara lailatul ijtima ini memang rutin dilaksanakan setiap malam tanggal 15 bulan hijriyah, acara utama dalam lailatul ijtima ini adalah istighosah dan kajian kitab Risalah, dalam kajian kitab risalah ini pemateri seluruhnya kami ambilkan dari potensi para ulama dan habaib dari dari wilayah Tiris Barat sendiri termasuk Habib Jakfar yang malam ini berkenan hadir dan mengisi kajian kitab, beliau dari desa Tulupari Kecamatan Tiris sekaligus pengasuh PP. Darul Mustofa Tulupari dan A’wan PCNU Kota Kraksaan”, komentar Rais Syuriah MWCNU Tiris Barat, KH. Saiful Jufri.

Dalam kajian kitab Risalah, Habib Jakfar menyampaikan kesimpulan terkait cara beramaliah dalam pengamalan agama bahwa fenomena baru adalah keniscayaan termasuk dalam cara beragama, yang penting tidak keluar dari konsep bid’ah menurut Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, hal itu beliau sampaikan bukan tanpa dasar, menurut beliau dalam kitab risalah dijelaskan bahwa rumusan kaidah para ulama salaf terkait konsep bid’ah menjadi pertimbangan dalam menentukan suatu amaliah itu bid’ah atau tidak. Meskipun Ulama’ salaf itu tidak pernah melakukan amaliyah tersebut bukan berarti amaliyah itu bid’ah, “Yang penting kaidahnya tepat menurut ulama, maka amaliyah tersebut tidak dikategorikan bidah yang dholalah”, dawuh beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah MWCNU Tiris Barat, Imron Hamzah menyampaikan perasaan gembiranya akan hadirnya seorang Habib yang sangat mumpuni dalam mengkaji kitab kuning, apalagi kitab yang dibaca adalah kitab Risalah ASWAJA Karya Muassis NU itu, “Kajian Kitab malam ini sangat istimewa, disamping bisa mengambil faidah ilmu Muassis NU melalui kitab beliau, kita juga bisa bertabarruq pada dzurriyaturrasul yang Ulama, ini nilai plus yang bisa kita raih malam ini,” komentar beliau.

Reporter: Subhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - - Ngaji Kitab Risalah, Ini Kesimpulan Tokoh PCNU Kota Kraksaan Soal Bid’ah